Tips agar Anak Anda Mau Merapihkan Lemari Pakaiannya

Write By: admin Published In: Tips Created Date: 2019-09-17 Hits: 35 Comment: 0

Anak anda susah diminta merapihkan isi lemari pakaiannya? Tenang dulu Bunda, Cek dulu yuk Tips dan Triknya.

Semakin besar, anak sudah mulai memilih pakaian sendiri. Sampai-sampai anak nekat mengambil pakaiannya sendiri di lemari pakaian karena ingin mengambil baju favoritenya. Pada tahap ini, artinya dia sudah bisa diajarkan untuk mandiri Bunda!

Nah ada tapinya, karena mengambil sendiri, kerap kali hasilnya lemarinya acak-acakan dan tidak beraturan. Sia-sia deh usaha setrika pakaian lebih dari 1 jam dan menyimpan pakaian tersebut dalam lemari. ☹ Baju yang sudah disusun dengan rapi dalam sekejap mata akan jadi tidak beraturan bentuknya. Bikin mata sembab, emosi memuncak dan rasanya pengen marah.

Eiittss! Tunggu dulu Bunda. Kbabynkids sudah merangkum tips agar lemari anak tetap rapih, meski dia sudah bisa mengambil pakaiannya sendiri. Yuk intip tips dibawah ini,

1. Keluarkan, Sortir dan kelompokkan pakaiannya menurut kategorinya.

Keluarkan semua baju yang ada di dalam lemari, dan mulai kita kelompokkan sesuai keperluan. Anak kerap kali mengacak lemarinya karena pakaian yang tidak sering Ia pakai bercampur. Nah disaat seperti ini, ajaklah si kecil untuk memisahkan pakaiannya menjadi :

Tanyakan pada anak, pakaian mana saja yang termasuk golongan tersebut yang sering dipakai. Tempatkan baju-baju tersebut menurut kategorinya dan gampang dijangkau anak. Untuk baju musiman ataupun baju yang jarang dipakai, anda bisa menyimpannya di tempat lain. Saran kami, anda bisa menyimpan pakaian seperti jaket tebal, kostum ataupun aksesoris yang jarang dipakai dalam boks container dan diberi label untuk memudahkan anda apabila nanti anda memerlukannya 2.

2. Ajarkan anak mengambil Pakaian

Potensi terbesar lemari anak acak-acakan adalah anak tidak tahu cara mengambil pakaian yang benar. Ia langsung menarik dan mengambil saja. Nah Bunda bisa ajarkan caranya. Agar anak perlahan-lahan mengambil pakaiannya.

3. Jelaskan cara melipat pakaian

Anak kecil melipat pakaian? Kenapa tidak? Hal ini adalah bentuk upayanya untuk bertanggung jawab jika pakaiannya berantakan. Selain itu anak juga tahu rasanya melipat baju dan melihat sendiri lemari pakaiannya menjadi rapid an terorganisasi.

4. Pilihlah lemari pakaian yang sesuai
Ukuran lemari sangat penting. Pastikan Bunda memilih lemari yang tidak terlalu tinggi untuknya. Untuk bahan, disarankan berbahan plastik. Sebab ringan, fleksibel dan lebih banyak motif lucu-lucu. Agar anak semakin menyukai lemarinya, Bunda bisa tambahkan dekorasi seperti stiker karakter kesukaannya.

5. Jangan berikan ruang mainan didalam lemarinya

Banyak Bunda yang menyatukan pakaian anaknya dengan mainannya dalam satu lemari. Jangan sampai yah Bunda. Karena akan membuat lemarinya menjadi kurang rapih dan efesien. Sebaiknya Bunda memasukan mainan di keranjang terpisah.

6. Ajarkan anak menjaga pakaiannya agar tetap bersih dan terhindar dari jamur

Jangan lupa ajarkan kebersihan Bunda, caranya adalah sebagai berikut :

  • Pastikan baju tidak ada yang menempel di dinding. Karena bisa membuat lembab, nah kelembaban inilah yang menimbulkan jamur.
  • Meletakan pakaian dalam dan kaos kaki ditempat terpisah. Seperti laci.
  • Ajarkan anak agar tidak menyatukan baju kotornya. Anda dapat menyiapkan keranjang untuk baju kotor anak

 

Nah itu merupakan tipsnya agar lemari anak tetap rapih.

Namun yang sering jadi kendala adalah konsistensi anak menjalankan hal-hal yang sudah kita beritahukan. Untuk itulah peran Bunda. Kuncinya tetap sabar dan konsiste. Untuk memperingati anak untuk tetap menjaga kerapihan pakaiannya. Misalnya, Bunda bilang jika lemarinya berantakan nanti bisa jadi sarang tikus, jamur dan kecoa.

Pasti saat itu juga anak akan mau membereskannya kembali. Selamat mencoba Bunda.

Tags: tips

Leave A Comment

Captcha