Fobia pada anak dan cara mengatasinya

Write By: admin Published In: ROOT Created Date: 2018-10-09 Hits: 5 Comment: 0

Kenali rasa takut yang berlebihan pada anak, karena bisa saja itu adalah fobia. Apabila Fobia tidak segera diatasi, dapat mempengaruhi mental anak.

Pernah tidak anak Anda takut pada sesuatu sampai berlebihan? Reaksi takutnya seperti mual, berkeringat dingin sampai pusing?

Kenali rasa takut yang berlebihan pada anak, karena bisa saja itu adalah fobia. Fobia adalah rasa takut atau kecemasan anak yang berlebihan pada suatu objek tertentu. Fobia yang berlebihan dapat mempengaruhi mental anak. Anak akan bereaksi berlebihan. Reaksinya pun beragam mulai dari gemetaran, mual, pusing, bahkan sampai ada yang pingsan. Seperti anak kecil yang takut pada kecoa, anak akan berlari sejauh mungkin menghindari kecoa itu. Kena sedikit saja dengan kecoa, anak bisa sampai keringat dingin, mual dan pusing.

Penyebab fobia pada anak-anak pun juga bermacam-macam. Bisa karena trauma terhadap sesuatu. Dan juga bisa karena ikut-ikutan orang dewasa. Contoh Anda takut dengan serangga, kemungkinan besar anak Anda juga merasakannya.

Anak-anak biasanya mengalami fobia terhadap binatang. Nah, anak-anak pun juga sering terkena fobia spesifik. Fobia spesifik adalah gangguan yang dicirikan dengan rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya.

Beikut ini ciri-ciri anak mengindap fobia spesifik, sebagai berikut :

1. Ketakutan terus menerus yang berlebihan terhadap kehadiran suatu objek tertentu
2. Cenderung menghindari objek-objek yang membuatnya ketakutan
3. Serangan mendadak panik dan ketakutan. Menangis, tantrum, atau berdiam diri dan berlindung pada orangtua
4. Jika pada orang dewasa dirinya merasa jika rasa takutnya berlebihan, tapi hal ini tidak berlaku pada anak-anak
5. Rasa takutnya bertahan lama, kurang lebih 6 bulan

Ada beberapa jenis fobia spesifik, yaitu
1. Animal type : fobia terhadap hewan, seperti kecoa, laba-laba, kucing dan lain-lain
2. Natural Environment type : fobia terhadap lingkungan, seperti ketinggian, hujan, petir dan lain-lain
3. Blood Injection-injury type : fobia terhadap darah, jarum suntik atau menonton televisi yang ada adegan darah
4. Situation type : fobia terhadap situasi tertentu. Seperti keramaian, kegelapan, diruang tertutup dan lain-lain
5. Other type : fobia terhadap suatu karakter, seperti badut, atau suara keras dari balon Meletus

Namun, apakah dampak dari fobia spesifik pada anak-anak? menurut The Childmind Institute, anak-anak akan cenderung berusaha menghindari hal-hal yang mereka takuti. Hal ini bisa mengganggu aktivitas mereka. misalnya saja, anak fobia terhadap jarum suntik. Hal ini akan menganggu jika suatu saat anak harus disuntik, anak akan berusaha menghindarinya. Tetapi, fobia spesifik ini berdampak kecil untuk menimbulkan gangguan mental lainnya.

Dan faktanya, Child Anxiety Network, menemukan hasil penelitian bahwa 90% anak-anak mulai dari usia 2 sampai 14 tahun setidaknya mempunyai satu fobia spesifik. Tak perlu Anda membawa anak Anda untuk mendapatkan perawatan psikologis, karena hal ini masih bisa ditangani oleh Anda itu sendiri. bagaimana caranya? Berikut ini caranya

Cara mengatasinya :

1. Jangan Menertawakan Ketakutannya

Hal yang ditakutkan anak mungkin terkesan aneh dan lucu, tapi sebaiknya Anda jangan menertawakannya. Karena hal ini akan membuatnya berkecil hati

2. Dengarkan Anak

Jangan menganggap hal yang anak Anda takutkan itu adalah sepele. Mungkin bagi Anda ketakutannya tidak beralasan, namun berusahalah untuk memahami rasa takutnya. Dengarkan ceritanya agar anda bisa tahu alasan ketakutan anak Anda dan lebih mudah bagi Anda untuk mengatasinya

3. Beritahu Anak

Karena ketakutan pada anak itu oleh hal-hal yang sebenarnya tak perlu ditakutkan, Anda bisa untuk mengenalkan ke anak Anda bahwa sumber ketakutannya tidaklah patut untuk ditakutkan. Anda pun juga bisa menunjukan atau memegang sumber ketakutan Anak Anda. Agar Ia bisa percaya

4. Mengenalkan ketakutannya

Berusahalah untuk mengenalkan ketakutannya, bukannya dengan menjauhkan anak dari objek ketakutannya. Jika anak takut kepada badut, ajaklah anak untuk bermain topeng-topengan serta sulap kecil. Buatlah permainan yang melibatkan objek ketakutan anak. jadi membuat mereka terbiasa. Atau anda bisa juga menceritakan cerita imanjinatif dengan menonjolkan kebaikan dari objek tersebut. Misalnya takut dengan laba-laba, ceritakan tentang superhero Spiderman.

5. Berhenti menakutinya

Tanpa sadar kita selalu menakuti anak. seperti, “nanti kalau tidak tidur, ada setan loh.” Nah hal inilah yang memicu fobia terhadap anak.

Secara perlahan-lahan pasti fobia anak akan tersingkirkan. Dengan secara konsisten melakukan strategi diatas. Juga teruslah bimbing mereka. Apabila semua cara telah kita coba namun masih belum berhasil, bersabarlah. Pastikan anak merasa dicintai. Berikan ucapan dan dorongan semangat kepada anak agar secara perlahan dia dapat mengatasi rasa takutnya, sehingga anak lebih ceria.

Tags: tips parenting

Leave A Comment

Captcha