Cara Melatih Kemandirian Pada anak Usia Dini

Write By: admin Published In: Dunia Anak Created Date: 2017-05-13 Hits: 16 Comment: 0

Melatih kemandirian pada anak bukanlah tugas yang mudah bagi kita sebagai Orangtua. Namun hal ini sangat penting untuk masa depan anak-anak kita. 

Menanamkan sikap kemandirian pada anak sangatlah  penting. Bukan hanya dapat meringankan tugas kita sebagai orangtua, namun juga dapat membuat anak tidak bergantung pada orangtua. Kemandirian adalah sikap atau keadaan berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Kemandirian pada anak pun dapat dimulai sejak dini. Sejak usianya menginjak dua tahun. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah anda sedang atau sudah benar mendidik kemandirian pada anak anda? Ada beberapa tindakan orangtua yang salah ketika menumbuhkan kemandirian pada anak.

1. Memberikan larangan pada anak, tapi tidak menjelaskan maksud dari larangan. Hal ini dapat membuat anak penasaran. Rasa penasaran itu membuat anak akan mencobanya diam-diam. Sehingga hal ini berpotensi besar menimbulkan kebohongan pada anak.

2. Ikut serta dalam berbagai kegiatan kecil anak. Seperti menyuapi anak makan atau menunggui anak sampai pulang sekolah, hal inilah yang memperhambat kemandirian anak. Jika anak anda sudah terbiasa oleh itu, maka lakukanlah upaya bertahap. Misalnya menunggu 15 menit setelah anak masuk dan tiba sebelum jam pulang sekolah anak. Jangan terus mengontrol anak anda, karena anak lama-lama akan jenuh.

3. Anak bermain sendiri. Kapan terakhir anda bermain dengan anak anda? Anak juga perlu waktu untuk bermain dengan anda. Percuma anda memberikan mainan yang banyak, sedangkan anak anda bermain sendiri. Bermain dengan anak peluang untuk mengajarkan anak. Sekaligus kita dapat memahami dan mengerti anak. Mungkin hal ini tak penting bagi anda, tapi ini sangat berharga bagi anak anda.

4. Kurangnya perhatian. Banyak orangtua yang berpikir jika mereka cuek, maka anaknya dapat mandiri. Memang ungkapan itu tidak salah, tapi sedikit benar. Berikanlah anak anda kasih sayang dan perhatian yang cukup. Perhatian yang sederhana cukup untuk anak anda. Misalnya, menanyakan anak anda sudah makan apa belum. Atau anda bisa menjadi teman baginya. Biarkan anak anda bercerita. Lontarkan beberapa pertanyaan tentang cerita anak anda. Hal ini dapat membuat Anda dan anak anda dekat.

5. Mengabaikan pembicaraan anak. Meski anda mungkin sedang jenuh, usahakan agar tetap mendengarkan dan bertanya. Beri juga sedikit nasihat kepada anak anda. Nasihat yang ringan dan dijelaskan dengan baik. Ingat, jadilah teman bagi anak.

6. Membentak anak jika salah. Ini tindakan sangat salah. Apalagi sampai memukulnya. Meski kesal, JANGAN! Karena setiap bentakan yang berikan, dapat berpotensi besar menghancurkan ratusan sel diotaknya. Anak kemungkinan besar akan menjadi anak yang pembangkang juga jika diberikan pukulan. Tindakan atau didikan yang diberikan pada anak saat kecil, sangat berpengaruh besar membentuk sikap dan karakter anak.

7. Anak dan boneka itu berbeda. Terkadang ada beberapa orangtua yang sering menuntut anak untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu. Misalnya seorang ibu yang menyuruh anaknya terus belajar agar mendapatkan nilai tertinggi. Atau seorang ayah yang menuntut anaknya memenangkan olimpiade atau lomba-lomba. Perlu kita ketahui hal ini dapat berdampak buruk pada anak Anda.

8. Pilihan berdasarkan orangtua. Membiasakan orangtua yang memilih, akan memperhambat anak untuk bisa mengambil keputusan. Anda bisa memberikan anak peluang untuk memilih dengan anda jelaskan akibat sebab dari setiap pilihan yang anda. Buatlah anak anda mengerti.

Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk membina kemandirian pada anak anda sebagai berikut :
1. Berbelanja bulanan 
   Anda bisa memberikan list barang belanjaan yang hendak dibeli pada saat anda sedang berada di Supermarket. Tentunya kegiatan ini sangat mengasyikkan bagi si kecil, siapa yang tidak akan suka bukan belanja. Anda bisa membantu si kecil apabila si kecil kesulitan menemukan barang atau kesulitan membaca list belanjaan. Anda bisa memberitahukan untuk menanyakan ke SPG dimana letak barang yang hendak dicari. Tentunya hal ini melatih si kecil juga agar tidak malu bertanya bukan? Ingat pula agar tidak berbelanja pada saat jam-jam rame seperti jam sehabis pulang kantor atau pada saat awal-awal bulan.

2.Memasak atau membuat kue dengan si kecil

   Pasti banyak yang akan berpikir ulang memasak dengan si kecil? pasti waktu yang dihabiskan akan jauh lebih lama, belum lagi situasi dapur yang akan berantakan dengan adanya si kecil yang 'membantu' kita memasak. Tapi percayalah hal ini sebanding dengan usaha kita melatih kemandirian mereka. Anda bisa memberikan tugas sederhana seperti mencuci sayuran, mengocok telur, memarut keju, menyiangi sayuran. Tentunya si kecil akan lebih menghargai makanan yang dikonsumsi nya setiap hari.

3. Membersihkan rumah
   Berikan anak-anak anda tanggung jawab dalam kegiatan membersihkan rumah. Untuk anak yang lebih kecil anda dapat memberikan tugas yang lebih ringan seperti membereskan mainan, menyapu atau mengepel. Jangan lihat hasilnya, tentu hasilnya tidak akan serapi dan sebersih yang anda harapkan. Lihatlah usaha si kecil dalam membantu Anda membersihkan rumah

4. Membereskan mainan

    Biasakan si kecil untuk membereskan sendiri mainan mereka. Ajarkan mereka untuk mengembalikan baran-barang yang mereka ambil ke tempat mereka ambil. Hal ini untuk melatik kemandirian dan kedisiplinan si kecil. 

5. Mengajak si kecil menyiapkan dan mencuci alat makan mereka sendiri.

Pahami dan mengerti lah tentang anak anda. Tentang karakter dan sikapnya. Dekatilah diri anda ke buah hati anda. Mendidik anak mandiri bukan berarti mengabaikan anak. Hanya saja kita memberikan peluang untuk anak berdiri sendiri. 

Leave A Comment

Captcha